Disambar Petir Usai Mati Lampu, Bangunan Sarang Walet di Tana Tidung Hangus Terbakar


TANA TIDUNG – Sebuah bangunan tempat budidaya sarang burung walet yang terbuat dari kayu di Jalan Wisma RT 04, Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, hangus terbakar pada Minggu (25/10/2026) sore sekitar pukul 15.30 WITA.

​Peristiwa musibah kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh sambaran petir saat wilayah setempat sempat mengalami pemadaman listrik.

​Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, Markus Yungking, peristiwa bermula ketika aliran listrik padam sekitar pukul 15.15 WITA. Tak lama berselang, suara petir terdengar sangat keras disusul munculnya kepulan asap tebal dari arah samping rumahnya.

​"Setelah saya cek, ternyata bangunan sarang burung walet di sebelah rumah sudah terbakar. Apinya sangat cepat membesar dan berkobar," ujar Markus.

​Melihat kobaran api makin membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tana Tidung.

​Menerima laporan warga, Babinsa Desa Limbu Sedulun bersama personel Polsek Sesayap langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta bahu-membahu bersama warga mengevakuasi area sekitar.

​Tak lama kemudian, sebanyak 4 unit armada mobil Pemadam Kebakaran KTT dan 1 unit mobil BPBD Kabupaten Tana Tidung dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran bersama Babinsa Desa Limbu Sedulun, anggota Polsek, dan masyarakat setempat bergotong-royong memadamkan kobaran api.

​Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.30 WITA dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

​Diketahui, bangunan tempat budidaya sarang burung walet tersebut merupakan milik Martha (58), seorang PNS yang berdomisili di RT 02 Desa Limbu Sedulun.

​Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta akibat hancurnya konstruksi bangunan kayu tersebut.

Komentar